Rabu, 04 Juni 2014

TUGAS MULTIMEDIA

Praktek Kerja Lapangan di
Puskesmas Winongan


          Di puskesmas Winongan, saya dan empat teman saya yang lain ditempatkan di lima poli yang berbeda, yaitu :
1.     Poli umum
2.     Apotek
3.     Loket
4.     Poli KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak)
5.     UGD
          Saya akan menjelaskan satu persatu poli yang kami tempati. Setiap 2 hari sekali kami mengadakan rolling tempat tugas. Pukul 07.00 kami sudah stand by di Puskesmas dan sesudah menuju tempat tugas kami masing-masing
1.     Poli umum
          Begitu tiba ditempat tugas masing-masing, saya langsung menggunakan schort (jas Lab) sebagai alat pelindung diri pertama. Setelah itu saya mencuci tangan diwastafel, lalu menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk menangani pasien seperti Tensimeter, stetoskop, dan lain-lain.
          Setelah petugas jaga tiba dan pasien mulai meletakkan kertas status diwadah yang telah disediakan. Saya memanggil satu persatu pasien yang sudah meletakkan kertas statusnya sesuai dengan urutan. Setelah mempersilahkan pasien duduk saya mulai menganamnesa pasien, menanyakan apa saja keluhan pasien, durasi keluhan, dan pengobatan yang telah diberikan.
          Selesai menganamnesa saya lanjut untuk mengukur tekanan darah pasien, memberitahunya ke petugas penjaga agar dicatat. Diakhir waktu ketika pasien sudah sepi, petugas jaga selalu meminta saya untuk memasukkan data pasien kebuku Register Rawat Jalan. Biasanya pukul 12 kami sudah selesai dan dipersilahkan untuk istirahat, pukul 13.00 kami berpindah ke UGD untuk membantu kegiatan disana atau mengambil prasat atau mendapat materi dari kepala perawat.

1.                  2.  Apotek

            Seperti pada poli umum, begitu tiba, saya langsung mengenakan schort dan mencuci tangan. Setiap pagi sebelum membuka apotek,  saya diwajibkan untuk menyapu lantai untuk mempertahankan kebersihan ruangan yang juga dijadikan tempat penyimpanan obat. Setelah itu membuka tirai-tirai yang masih tertutup, menata tempat-tempa tobat, merapikan alat puyer obat dan sebagainya.
            Jika pasien mulai ramai untuk menebus obat, biasanya saya juga diminta untuk menginformasikan obat pada pasien tentang bagaimana cara penggunaannya. Jika tak ramai pasien, saya hanya bertugas untuk menumbuk obat yang dosisnya sudahdisiapkan oleh kepala ruang apotek. Selesai bertugas saya biasa mencuci alat-alat yang telah dipakai agar esok harinya tinggal langsung dipakai.

2.      3. Loket
           
            Ketika bertugas diloket saya harus mengsahakan tiba lebih awal karena setelah mengenakan schort dan mencuci tangan saya harus men-cap kan stempel tanggal sesuai tanggal hari itu pada kertas status yang dibedakan menjadi 3 warna yaitu, merah muda, kuning dan hijau. Tidak membatasi berapa lembar kita men-cap stempel hanya perlu dikira-kira apa pasien akan ramai atau tidak.
            Jika pasien mulai berdatangan, saya bertugas menulis identitas pasien pada buku register pasien, terkadang membantu petugas lain mencari les (kertas anamnesa) pasien, terkadang mendata pasien yang mendaftar sebagai pasien baru.

3.      4. Poli KIA

            Di poli ini saya bertugas mengukur berat badan atau tinggi badan bayi, anak, maupun dewasa. Dewasa disini biasanya merupakan ibu hamil yang akan memeriksakan kandungannya. Selain mengukur berat dan tinggi badan saya juga mengukur tekanan darah, melakukan injeksi IM (Intra Muscular), menulis kohort pasien, dan lain sebagainya.

4.      5. UGD

            Di poli ini tindakan yang saya ambil lebih banyak seperti :
·         Merawat luka pasien dengan Diabetes
·         Merawat luka kecelakaan
·         Melakukan anamnesa
·         Mengukur tekanan darah
·         Mengukur pernafasan
·         Mengukur denyut nadi
·         Mengukur suhu tubuh
·         Membersihkan alat-alat kesehatan
·         Injeksi pada bolus
·         Membantu pasien berjalan
·         Membantu mempersiapkan alat untuk pasang infus
·         Membantu mempersiapkan alat untuk pasang kateter
·         Melipat kassa
·         Dll

            Tentu pembelajaran yang dapat diambil lebih banyak ketika berada di UGD dari pada di poli lainnya. Tapi tetap saja UGD merupakan ruangan yang vital dan butuh tingat cekatan yang tinggi untuk menangani pasien dengan keadaan darurat.