Praktek Kerja Lapangan di
Puskesmas Winongan
Di puskesmas Winongan, saya dan empat teman saya yang lain
ditempatkan di lima poli yang berbeda, yaitu :
1.
Poli umum
2.
Apotek
3.
Loket
4.
Poli KIA ( Kesehatan Ibu
dan Anak)
5.
UGD
Saya akan menjelaskan satu persatu poli yang kami tempati.
Setiap 2 hari sekali kami mengadakan rolling tempat tugas. Pukul 07.00 kami
sudah stand by di Puskesmas dan sesudah menuju tempat tugas
kami masing-masing
1.
Poli umum
Begitu tiba ditempat tugas masing-masing, saya langsung
menggunakan schort (jas Lab) sebagai alat pelindung diri
pertama. Setelah itu saya mencuci tangan diwastafel, lalu menyiapkan alat-alat
yang akan digunakan untuk menangani pasien seperti Tensimeter, stetoskop, dan
lain-lain.
Setelah petugas jaga tiba dan pasien mulai meletakkan
kertas status diwadah yang telah disediakan. Saya memanggil satu persatu pasien
yang sudah meletakkan kertas statusnya sesuai dengan urutan. Setelah
mempersilahkan pasien duduk saya mulai menganamnesa pasien, menanyakan apa saja
keluhan pasien, durasi keluhan, dan pengobatan yang telah diberikan.
Selesai menganamnesa saya lanjut untuk mengukur tekanan
darah pasien, memberitahunya ke petugas penjaga agar dicatat. Diakhir waktu
ketika pasien sudah sepi, petugas jaga selalu meminta saya untuk memasukkan
data pasien kebuku Register Rawat Jalan. Biasanya pukul 12 kami sudah selesai
dan dipersilahkan untuk istirahat, pukul 13.00 kami berpindah ke UGD untuk
membantu kegiatan disana atau mengambil prasat atau mendapat materi dari kepala
perawat.
1. 2. Apotek
Seperti pada poli umum, begitu tiba, saya langsung mengenakan schort dan mencuci tangan. Setiap pagi sebelum membuka apotek, saya diwajibkan untuk menyapu lantai untuk mempertahankan kebersihan ruangan yang
juga dijadikan tempat penyimpanan obat. Setelah itu membuka tirai-tirai yang
masih tertutup, menata tempat-tempa tobat, merapikan alat puyer obat dan sebagainya.
Jika pasien mulai ramai untuk menebus obat, biasanya saya juga diminta untuk menginformasikan obat pada pasien tentang bagaimana cara penggunaannya.
Jika tak ramai pasien, saya hanya bertugas untuk menumbuk obat yang
dosisnya sudahdisiapkan oleh kepala ruang apotek. Selesai bertugas saya biasa mencuci alat-alat
yang telah dipakai agar esok harinya tinggal langsung dipakai.
2. 3. Loket
Ketika bertugas diloket saya harus mengsahakan tiba lebih awal karena setelah mengenakan schort dan mencuci tangan saya harus men-cap
kan stempel tanggal sesuai tanggal hari itu pada kertas status yang dibedakan menjadi 3
warna yaitu, merah muda, kuning dan hijau. Tidak membatasi berapa lembar kita men-cap
stempel hanya perlu dikira-kira apa pasien akan ramai atau tidak.
Jika pasien mulai berdatangan,
saya bertugas menulis identitas pasien pada buku register pasien,
terkadang membantu petugas lain mencari les (kertas anamnesa) pasien,
terkadang mendata pasien yang mendaftar sebagai pasien baru.
3. 4. Poli KIA
Di poli ini saya bertugas mengukur berat badan atau tinggi badan bayi,
anak, maupun dewasa. Dewasa disini biasanya merupakan ibu hamil yang
akan memeriksakan kandungannya. Selain mengukur berat dan tinggi badan saya juga mengukur tekanan darah,
melakukan injeksi IM (Intra Muscular), menulis kohort pasien, dan lain sebagainya.
4. 5. UGD
Di poli ini tindakan yang saya ambil lebih banyak seperti :
·
Merawat luka pasien dengan Diabetes
·
Merawat luka kecelakaan
·
Melakukan anamnesa
·
Mengukur tekanan darah
·
Mengukur pernafasan
·
Mengukur denyut nadi
·
Mengukur suhu tubuh
·
Membersihkan alat-alat kesehatan
·
Injeksi pada bolus
·
Membantu pasien berjalan
·
Membantu mempersiapkan alat untuk pasang infus
·
Membantu mempersiapkan alat untuk pasang kateter
·
Melipat kassa
·
Dll
Tentu pembelajaran yang
dapat diambil lebih banyak ketika berada di UGD dari pada di
poli lainnya. Tapi tetap saja UGD merupakan ruangan yang vital dan butuh tingat cekatan
yang tinggi untuk menangani pasien dengan keadaan darurat.